Langsung ke konten utama

!!!

Hari ke tujuh bulan Ramadhan. Senja 
masih seperti kemarin, terasa terlalu cepat 
matahari terbenam sedang beribadah 
masih terlalu sedikit untuk bertambah.

Apa yang kita cari dengan berlalunya 
waktu mengikis umur? Di sela nafas 
terkadang kita tertawa, menangis, bahagia, 
sengsara, tapi manakah tujuan kita?
Jemariku membuka lemari. Mataku 
mencari pengobat hati, teratur bersama 
detak nadi, tenang bersama kedip mata, 
lembut bersama kecapnya lidah. Di 
halaman empat puluh lima, aku berhenti.
“Dan mohonlah pertolongan (kepada
Allah) dengan sabar dan Shalat. Dan (Shalat) itu sungguh berat, kecuali bagi
orang-orang yang khusyuk” – Al Baqarah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanda Tanya

Kapan terakhir kali bahagia? Kapan terakhir kali membahagiakan seseorang? Sudah lama? Atau sudah lupa? Mari kita renungkan dengan hati yang lapang. Sebuah harga mahal untuk bisa berdamai dengan luka masa lalu, secara paradoksal penerimaan seseroang terhadap pengalaman negatif justru merupakan sebuah pengalaman positif. Hasrat untuk mengejar semakin banyak pengalaman positif sesungguhnya adalah sebuah pengalaman negatif. Bukan seuatu kebetulan dalam hidup, kala bertemu seseorang yang membawa luka. Dulunya, dalam hidup saya peduli akan banyak hal. Rasa sakit merupakan sebuah angin yang membentuk gulungan ombak kehidupan, dan mendorong air surut menjadi pasang. Berusaha menjauhkan rasa sakit sama halnya berurusan dengan rasa sakit itu sendiri.

AU

 Sadar banget bahwa punya rasa iri terhadap pencapaian orang lain itu sifat yang salah. Hidup memang bukan perlombaan tentang pencapain. Tertinggal tidak berarti kalah. Pelan-pelan bukan berarti tidak akan sampai