Kemarin tengah malam, ketika 18 Februari beranjak memasuki Aetas 19. Selepas Ashar Senin 19 Februari 2018. Ayahmu sedang berbahagia, Nak. Duduk di samping jendela pondok pesantren sambil menulis ini, suara beberapa santri, anak kecil bermain petak umpet di mushola seberang terdengar sampai ke dalam pondok. Mungkin ketika kamu besar nanti, mereka sudah menjadi Bapak-Bapak Komplek yang menyiram halaman rumah di sore hari, persis seperti Ayahmu lakukan setiap sore kala di rumah Nenek, kecuali sore ini. Dari kemarin Cianjur sedang mencurah nikmat, hujan tanpa henti. Tuhan seperti ingin meringankan tanggung jawab
Ayahmu untuk menjaga tanaman di
halaman rumah. Mungkin tuhan lebih tahu
bahwa ada tanggung jawab lebih besar
yang Ia titipkan pada Ayahmu daripada
sekedar paku tanduk rusa, dan bunga-bunga berwarna itu.
10:45 Selasa 20 Februari 2018,
Ayahmu pulang dengan basah air hujan.
Seharian tidak...