Langsung ke konten utama

Postingan

xixixi🐽

  Tawaku mungkin tak seirama dengan rasa rela, namun setidaknya aku paksa agar terlihat lebih nyata. Agar nantinya ada hal baru diluar sana dan bukan tentang mu saja..

AU

 Sadar banget bahwa punya rasa iri terhadap pencapaian orang lain itu sifat yang salah. Hidup memang bukan perlombaan tentang pencapain. Tertinggal tidak berarti kalah. Pelan-pelan bukan berarti tidak akan sampai

Ada apa sebenarnya?

 Terima Kasih Ego. Hari-hari penuh kekosongan Kini diam tak berlabuh Ada kalanya tetesan air keluar berlinang jatuh Semuanya melebur hingga keruh Memang parahnya rasa angkuh wajar ucapkan "aduh"

Dua Tanda Kutip

" Orang berakal sehat menyesuaikan diri dengan dunia; orang tak berakal sehat gigih berusaha menyesuaikan dunia dengan dirinya. Oleh karena itu, seluruh kemajuan bergantung pada orang tak berakal sehat"   - George Bernard Shaw

Caringin Tilu

Rabu, 7 Juni 2023, 10 Km dari ramainya tengah kota Bandung, ada sisi sunyi di atas  selatan, wisata malam yang hits di  kalangan anak muda, tempat ini  menyuguhkan pemandangan city light  terbaik di Kabupaten Bandung. Menghabiskan waktu untuk cita-cita  lama, merasakan segarnya udara di  ketinggian. Rabu malam, 20.23 angka di jam tanganku saat menikmati segelas  STMJ, telur gulung juga pisang keju. Tiap  isapan roko aku keluarkan dengan  perasaan tenang. Aku percaya, tidak peduli seberapa  banyak uang yang dikeluarkan untuk menikmati tenangnya malam, indahnya Bandung masih tersisa, aku rasakan itu selama perjalanan pulang. Jika ingin menuruti hati untuk menjelajah satu per satu wisata di Bandung, maka tulisan ini baru bisa ditulis mungkin satu atau dua tahun lagi. Satu lagi, Bandung Itu indah pisan euy.

Fabula Karawang - Mix

 Tahun berganti, aku tak tahu persis  di jam tanganku waktu itu, yang aku tahu  Bumi sedang menggenapkan putarannya  pada Matahari dan orang-orang  merayakannya dengan berbagai kembang  api pemecah sunyi.  Warna-warni di langit. Trompet-trompet bertukar bunyi. Si pemain baru,  bernomor punggung 2020 memasuki  lapangan. Mei 2020, Aku kehilangan pekerjaanku  untuk pertama kalinya. Sedih, bahkan tetesan air mata sempat melintasi kerah  baju.  Doa, maaf memaafkan, pun kata-kata  perpisahan banyak terucap kala itu. COVID, Itulah namanya. Aku berharap  bisa bertemu "si COVID" ini dalam bentuk  rupa, mengecualikan bahwa ini adalah  takdir, ingin sekali rasanya meluapkan  semua amarah. Memukul, mencaci hingga  makian ingin aku luapkan, beruntungnya  "si COVID" ada dalam bentuk penyakit  "dalam tanda kutip" (kata ahli teori  konspirasi).  Terima Kasih, Terkasih Allah SWT sang Maha Pember...