Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Visum

Malam hari pukul sembilan, dari lantai paling atas Grand Setiabudi aku menuntut mataku menyelinap diantara angin-angin, menuju barisan acak menyala lampu kota. Tanpa hening larut malam mengiring mataku terjaga, menembus batas ingatan yang tak pernah ingin aku ingat lagi. Bertanya pada malam, adakah aku meminta untuk mengingat semua luka. Kala itu, ingatan kembali bersama deru napas yang menyirat keraguan. Mengabadikan momen malam dengan ponsel jadulku, semoga bisa menyapamu lewat linimasa. Itulah cara satu-satunya aku terlihat olehmu.

Diarium #1

Kemarin tengah malam, ketika 18  Februari beranjak memasuki Aetas 19.  Selepas Ashar Senin 19 Februari 2018.  Ayahmu sedang berbahagia, Nak. Duduk di  samping jendela pondok pesantren sambil  menulis ini, suara beberapa santri, anak  kecil bermain petak umpet di mushola  seberang terdengar sampai ke dalam  pondok. Mungkin ketika kamu besar nanti,  mereka sudah menjadi Bapak-Bapak  Komplek yang menyiram halaman rumah  di sore hari, persis seperti Ayahmu  lakukan setiap sore kala di rumah Nenek,  kecuali sore ini. Dari kemarin Cianjur sedang mencurah  nikmat, hujan tanpa henti. Tuhan seperti ingin meringankan tanggung jawab Ayahmu untuk menjaga tanaman di halaman rumah. Mungkin tuhan lebih tahu bahwa ada tanggung jawab lebih besar yang Ia titipkan pada Ayahmu daripada sekedar paku tanduk rusa, dan bunga-bunga berwarna itu. 10:45 Selasa 20 Februari 2018, Ayahmu pulang dengan basah air hujan. Seharian tidak...

!!!

Hari ke tujuh bulan Ramadhan. Senja  masih seperti kemarin, terasa terlalu cepat  matahari terbenam sedang beribadah  masih terlalu sedikit untuk bertambah. Apa yang kita cari dengan berlalunya  waktu mengikis umur? Di sela nafas  terkadang kita tertawa, menangis, bahagia,  sengsara, tapi manakah tujuan kita? Jemariku membuka lemari. Mataku  mencari pengobat hati, teratur bersama  detak nadi, tenang bersama kedip mata,  lembut bersama kecapnya lidah. Di  halaman empat puluh lima, aku berhenti. “Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan Shalat. Dan (Shalat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk” – Al Baqarah