Tahun berganti, aku tak tahu persis di jam tanganku waktu itu, yang aku tahu Bumi sedang menggenapkan putarannya pada Matahari dan orang-orang merayakannya dengan berbagai kembang api pemecah sunyi. Warna-warni di langit. Trompet-trompet bertukar bunyi. Si pemain baru, bernomor punggung 2020 memasuki lapangan. Mei 2020, Aku kehilangan pekerjaanku untuk pertama kalinya. Sedih, bahkan tetesan air mata sempat melintasi kerah baju. Doa, maaf memaafkan, pun kata-kata perpisahan banyak terucap kala itu. COVID, Itulah namanya. Aku berharap bisa bertemu "si COVID" ini dalam bentuk rupa, mengecualikan bahwa ini adalah takdir, ingin sekali rasanya meluapkan semua amarah. Memukul, mencaci hingga makian ingin aku luapkan, beruntungnya "si COVID" ada dalam bentuk penyakit "dalam tanda kutip" (kata ahli teori konspirasi). Terima Kasih, Terkasih Allah SWT sang Maha Pember...