Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Fabula Karawang - Mix

 Tahun berganti, aku tak tahu persis  di jam tanganku waktu itu, yang aku tahu  Bumi sedang menggenapkan putarannya  pada Matahari dan orang-orang  merayakannya dengan berbagai kembang  api pemecah sunyi.  Warna-warni di langit. Trompet-trompet bertukar bunyi. Si pemain baru,  bernomor punggung 2020 memasuki  lapangan. Mei 2020, Aku kehilangan pekerjaanku  untuk pertama kalinya. Sedih, bahkan tetesan air mata sempat melintasi kerah  baju.  Doa, maaf memaafkan, pun kata-kata  perpisahan banyak terucap kala itu. COVID, Itulah namanya. Aku berharap  bisa bertemu "si COVID" ini dalam bentuk  rupa, mengecualikan bahwa ini adalah  takdir, ingin sekali rasanya meluapkan  semua amarah. Memukul, mencaci hingga  makian ingin aku luapkan, beruntungnya  "si COVID" ada dalam bentuk penyakit  "dalam tanda kutip" (kata ahli teori  konspirasi).  Terima Kasih, Terkasih Allah SWT sang Maha Pember...

Tanda Tanya

Kapan terakhir kali bahagia? Kapan terakhir kali membahagiakan seseorang? Sudah lama? Atau sudah lupa? Mari kita renungkan dengan hati yang lapang. Sebuah harga mahal untuk bisa berdamai dengan luka masa lalu, secara paradoksal penerimaan seseroang terhadap pengalaman negatif justru merupakan sebuah pengalaman positif. Hasrat untuk mengejar semakin banyak pengalaman positif sesungguhnya adalah sebuah pengalaman negatif. Bukan seuatu kebetulan dalam hidup, kala bertemu seseorang yang membawa luka. Dulunya, dalam hidup saya peduli akan banyak hal. Rasa sakit merupakan sebuah angin yang membentuk gulungan ombak kehidupan, dan mendorong air surut menjadi pasang. Berusaha menjauhkan rasa sakit sama halnya berurusan dengan rasa sakit itu sendiri.

Rumah?

 Pernah punya pertanyaan ke mana  arah jalan pulang? Iya, tentu jawabannya  adalah rumah. Tempat yang harusnya punya rasa aman, nyaman yang di inginkan  semua orang. Mungkin sebagian makhluk yang  bernyawa pernah mengalami kesalahan  saat menuju jalan pulang. Iya, aku  termasuk salah satunya.  Ini bukan tentang rumah yang  bervisual minimalis ataupun modern, ini  tentang rumah yang berbentuk organ di  dalam tubuh, organ ini tidak termasuk  Panca Indera, tapi organ yang berbentuk menyerupai segitiga ini bisa merasakan emosi begitu pun perasaan. Bicara tentang hati memang tidak bisa di anggap biasa, bukan  suatu kebetulan jika sebagian orang punya  arah jalan yang mulus ketika pulang, itu  bukan sesuatu yang kebetulan, itu  memang sudah takdir, pun sebaliknya. Hati dan perasaan ini punya hubungan  sangat erat dengan waktu. Aku masih ingat betul kapan terakhir  merasakan perih perihal hati, hancurnya...

Hitamku

Cerahnya langit sore hari kala itu, seakan mengisyaratkan sebuah pesan atas sembuhnya perihal hati yang sempat redup. Sesekali aku memuji hati yang diselimuti ketegaran, dengan harapan orang-orang yang berhasil aku sematkan menjadi kandidat terpuncak atas rasa sakit yang sempat tersirat, biar nantinyan ia mati ditikam penyesalan. Bentuk luka yang ada di hati yang tengah merupa pupa. Ia akan menyapamu kembali dengan bentuk kupu-kupu.